Sahabat….
Hidup hanya sementara…
maka, berikan karya terbaik kita untuk Allah, Keluarga, dan Masyarakat
untuk sebuah karya itu, maka lahirlah Blog ini.
Mudah2an Blog ini bisa berarti untuk sahabat agar bisa menjadi lebih baik lagi
Isi Blog ini terdiri dari artikel-artikel tentang Pemuda, keislaman, konsep diri, dan bisnis serta dilengkapi dengan link terkait.
selamat menggunakan…
dari sahabat mu >>>Dian Febriantoro
Ditulis dalam Home | 5 Comments »

hari ini saya tertimpa sakit…
badan meriang, tulang pegal-pegal, perut sakit, dan kepala pusing….
ya…Allah sakitnya bukan main…
kesabaran ku mulai hilang…ku gelisah bagaikan cacing kepanasan…
ku jadi terbayang…seperti apa rasanya jika di neraka ? untuk sakit demam saja rasanya sangat menderita…
ku mendengar untuk neraka tingkat terendah saja jika bara api diletakkan di telapak kaki maka otak kita akan mendidih…masyaAllah …
dalam kondisi sakit saya merasa penderitaan itu tertumpu kepada ku…
saya merasa sakittt sekali….tapi saya tersadar dan mulai Istighfar… bukankah jika kita sabar jika ditimpa musibah Allah akan menggugurkan dosa qt. mungkin sudah banyak dosa qt, jadi Allah melimpahkan kasih sayangNya dengan memberikan kita sakit….
sahabat… belajarlah dari rasa sakit yang kita derita..agar kita nanti tidak terjabak ke lembah kemaksiatan yang bisa menjerumuskan qt ke neraka jahannam, karena sakit masuk neraka jahannam sangat luar biasa…
kalau benar2 qt menyayangi diri ini, dan tidak mau menderita maka perbanyaklah Amal sholeh dan ibadah yang rajin dan bergabung ke barisan para pendakwah…
Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

“Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.
Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu dakwah.
Menyedot saripati energimu.
Sampai tulangmu.
Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.
Tubuh yang luluh lantak diseret-seret.
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.”
Ust. Rahmat Abdullah.
“Manakala nilai hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan tampak bagi kita bahwa kehidupan itu kecil dan singkat. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain, maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggalkan dunia ini.” Sayyid Quthb
“Ada kitab yang amat penting tapi sering dilupakan. Padahal kitalah yang menyusunnya. Itulah kitab amalan yang akan rampung seiring kita meninggal dunia” (Quraish Shihab)
Jingga di timur hantarkan mentari, membawa hari, nafas, dan hidup baru. Moga pagi ini ALLAH melapangkan dada dan menaburkan cinta-Nya di hati kita semua, hingga terpuaskan jiwa tanpa mengharap pada manusia
Satu hal yang paling aneh adalah engkau yang paling mengetahui sesuatu tapi tidak mencintainya, engkau mendengar seruannya namun tidak segera menyambutnya dan engkau mengetahui besarnya keuntungan jika engkau mengakrabinya tapi engkau tidak mendekatinya. Engkau merasakan pedihnya kegersangan jiwa karena maksiat, namun tidak mencari ketenangan dengan menaati ALLAH. Dan satu hal yang paling aneh di atas semua itu adalah engkau mengetahui bahwa engkau sangat membutuhkan Dia tapi justru berpaling dari-Nya bahkan mencintai hal yang menjauhkan dari-Nya (Ibnul Qayyim)
Ya ALLAH, jagalah saudaraku di kala penjagaanku tak sampai padanya, sayangi ia di kala rasa sayangku tak mampu merangkulnya dalam dekapan yang nyata, karuniakan kepadanya kesabaran dan kekuatan, muliakan ia di kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja, karena Engkau punya segala yang ku tak punya dan karena ku ingin dia selalu menjadi saudaraku di dunia dan mengharap bertemu dengannya di surga..Amin
Hati-hati yang tulus adalah yang tampil di saat orang-orang lain enggan, menunjukkan keteguhan di saat orang-orang lain terpeleset, tetap sabar di saat orang-orang lain mengeluh, bersikap bijak di saat orang-orang lain bertindak bodoh, tetap memberi maaf di kala hak-haknya didzalimi (dari buku “Orang-Orang yang Tidak Suka Popularitas”)
Jika air mata adalah bara hati, biarkan ia menyala, semoga ALLAH menerangi hari-hari gelapmu dan memimpin tiap langkahmu. Hingga esok kau tapaki hari dengan tegar.
Without ukhuwah, days are SADDAY, MOANDAY, TEARSDAY, WASTEDAY, THIRSTDAY, FIGHTDAY, SHATTERDAY, so…KEEP our UKHUWAH everytime!!!
Tegur ku di saat ku mulai sombong, tegur ku di saat ku mulai jauh dari-Nya, tegur ku di saat ku berbuat salah, karena ku masih membutuhkan seorang saudara sepertimu…
Imam Syabibi berkata, “Siyasi adalah membesarkan kemaslahatan + memperkecil kemudharatan”, semoga kita taat pada ALLAH, hingga kita pun dikuatkan di dakwah ini!!
Saat ALLAH menjawab doamu, DIA menambah imanmu,
Saat ALLAH belum menjawab doamu, DIA menambah kesabaranmu
Saat ALLAH menjawab doamu, tapi tak seperti keinginanmu, DIA memilih yang terbaik untukmu
Tetaplah berdoa..
Ibu melahirkan kita dengan menangis kesakitan, masihkah kita menyakitinya? Masih mampukan kita tertawa melihat penderitaannya, mencaci makinya, melawannya, mengacuhkannya…Ibu memberikan ASI waktu kita bayi, mencuci celana kotor kita, menahan derita, menggendong kita seharian…Sadarilah bahwa di dunia ini tak ada satu orangpun yang mau mati demi kita selain IBU, katakanlah pada IBUmu,,,I LOVE U MOM
Siapapun bisa berdakwah, tapi belum tentu ia mencintai dakwah. Karena cinta butuh pengorbanan besar, tenaga, waktu, dan pemikiran. Orang yang mencintainya akan berusaha memperkaya pemikirannya
Senyum adalah pesan kebahagiaan yang paling cepat sampai ke hati. Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tapi tersenyumlah untuk menyambut kebahagiaan, Met beraktivitas
LOVE between us, lived by AQIDAH, united by DAKWAH, guided by QURAN, coloured by DZIKRULLAH, motivated by ALLAH PROMISSE, always pray for ISLAM, ALLAHU AKBAR!!!
Kobarkanlah semangatmu, laksana kobaran api yang tak pernah padam..namun tak membakar tuk jadikan abu, tapi membakar tuk hidupkan yang telah mati, ALLAHU AKBAR
Semoga desain canggih otak kita tidak hanya menempatkan diri sebagai pemikir, tetapi sekaligus ahlu dzikir, semoga ALLAH meringankan langkah kita menuju setiap kebaikan
Dan sungguh akan Kami isi neraka Jahannam dari kalian jin dan manusia.
Mereka memiliki hati tapi tidak untuk memahami ayat Allah,
memiliki mata tapi tidak untuk melihat kekuasaan Allah,
mempunyai telinga tapi tidak untuk mendengar ayat Allah.
Mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lengah.
Ukhtiku sayang, bangunlah, sambutlah seruan Allah
Ya Rabb, berkahilah umur saudaraku ini, kuatkan azzamnya untuk istiqomah di jalan-Mu,
Lapangkanlah hatinya, berikan kesabaran dalam menghadapi segala masalah,
Amien..
Jadilah hati yang paling lembut, semangat yang paling tinggi,
Pengorbanan yang paling tulus, ukhuwah yang paling hangat,
Pengabdian yang paling ikhlas, karena Allah (Ust. Rahmat Abdullah)
Sembahlah ALLAH sebesar keBUTUHanmu padaNya
Perbuatlah dosa sekedar keKUATanmu menanggung siksaNya
Berbuatlah untuk mendapatkan surga sesuai dengan KEDUDUKAN yang kau inginkan
(Syaqiq Al-Balkhi)
Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »
KIAT SUKSES IBADAH PUASA
Oleh Drs. Ahmad Yani

Ketika Ramadhan akan tiba, sikap yang harus diperlihatkan oleh seorang muslim adalah rasa gembira
sehingga dia seperti tidak sabar menunggu kedatangan Ramadhan yang lama dirindukannya. Itu sebabnya,
kedatangan Ramadhan harus kita sambut dengan ucapan marhaban ya Ramadhan. Marhaban itu sendiri berasal dari
kata rahb yang artinya luas atau lapang, ini artinya hati, jiwa dan dada seorang muslim akan diluaskan dan
dilapangkan agar Ramadhan masuk kedalam jiwanya dengan leluasa.
Pada saatnya Ramadhan tiba dan kita berada di dalamnya, maka dari sekarang tekad kita adalah akan
mengoptimalkan kehadiran Ramadhan itu untuk memperkokoh ketaqwaan kepada Allah Swt dalam arti yang seluasluasnya.
PENGERTIAN.
Secara harfiyah, puasa artinya menahan, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa
dan mengurangi nilainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan Ramadhan secara harfiyah artinya
membakar dan mengasah. Yang dimaksud adalah membakar dosa sehingga dengan puasa yang sebaik-baiknya,
dosa-dosa seorang muslim akan dibakar oleh Allah dan setelah Ramadhan insya Allah dia akan kembali kepada
fitrah atau kesuciannya sehinga seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, yakni dalam keadaan tidak berdosa.
Adapun yang dimaksud dengan mengasah adalah mengasah dan mengasuh jiwa, sehingga seorang yang
berpuasa akan memiliki ketajaman jiwa yang membuatnya cepat, mudah dan mampu menangkap isyarat-isyarat
spiritual, jiwanya menjadi kaya dan tidak didominasi ilagi oleh sifat sombong dan sifat-sifat buruk lainnya.
TUJUAN.
Tujuan utama dari puasa adalah memantapkan keimanan kepada Allah Swt sehingga menjelma keimanan itu
menjadi ketaqwaan. Ini dikemukakan Allah dalam firman-Nya yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS 2:183).
Manakala target dari ibadah puasa ini dapat dicapai, maka puasa akan membuat kita menjadi orang yang
memiliki tiga hal. Pertama, mencegah diri dari segala bentuk dusta sebab dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dan
Ahmad dinyatakan bahwa Allah Swt tidak menerima puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta,
hadits tersebut artinya: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang keji (dusta) dan melakukan kejahatan, Allah
tidak akan menerima puasanya, sekalipun ia telah meninggalkan makan dan minum.
Kedua, memiliki benteng pertahanan rohani yang kuat sehingga dia menjadi orang yang mampu menjaga dan
mencegah dirinya dari dosa, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisainya
seseorang diantara kamu dalam perang (HR. Ahmad, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
Ketiga, selalu terangsang untuk berbuat baik, karena ibadah Ramadhan memang selalu mendidik seseorang
untuk melakukan kebaikan, baik terhadap Allah Swt maupun terhadap sesama manusia.
Disamping itu, kalau kita membaca rangkaian ayat-ayat berikutnya dari surat Al Baqarah: 184-188, bisa kita
ambil beberapa kesimpulan tentang tujuan-tujuan lain dari ibadah Ramadhan, yaitu: Pertama, memperkokoh
kedekatan kita kepada Al-Qur’an sehingga kita selalu berusaha bisa membaca, membaca, memahami dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, memperkokoh kedekatan hubungan kepada Allah Swt
sehingga dengan hubungan yang dekat itu, seorang muslim tidak berani menyimpang dari ketentuan-ketentuan
Allah. Ketiga, menyadari akan pentingnya berdo’a kepada Allah karena kita menyadari sebagai makhluk yang lemah
dan amat membutuhkan pertolongan Allah. Keempat, menajamkan hati atau jiwa manusia sehingga selalu mampu
membedakan antara yang haq dan yang bathil serta sensitif terhadapnya. Kelima, menyadari pentingnya kebersamaan
dengan sesama muslim, karena dengan puasa kita dapat membayangkan bahkan dapat merasakan bagaimana
penderitaan mereka yang susah sehingga kita menyadari keharusan bersatu dan tolong menolong.
HIKMAH.
Dari tujuan yang telah diutarakan, nampak sekali betapa besar hikmah ibadah Ramadhan itu. Namun
manakala kita ingin sederhanakan, sekurang-kurangnya ada tiga hikmah ibadah Ramadhan. Pertama, membersihkan
hati dan jiwa manusia dari segala dosa dan sifat-sifat tercela. Kedua, memperkokoh hubungan dengan Allah Swt
sehingga dengan dekatnya hubungan seorang muslim kepada Allah, dia akan selalu berusaha menjalani kehidupan
yang sesuai dengan ketentuasn-Nya. Ketiga, memperkokoh hubungan dengan sesama, khususnya dengan sesama
muslim sehingga potensi besar yang dimiliki seorang muslim akan menjadi sebuah kekuatan umat yang besar.
KUNCI SUKSES.
Ibadah puasa khususnya dan ibadah Ramadhan pada umumnya tentu ingin kita laksanakan dengan sebaikbaiknya
agar tujuan dan hikmahnya bisa kita raih. Oleh karena itu, menjadi keharusan kita bersama untuk
14
mengoptimalkan ibadah Ramadhan yang penuh dengan keberkahan untuk memperkokoh gairah keislaman pada diri
kita, keluarga maupun masyarakat.
Dalam kaitan ini, kesuksesan bisa kita raih manakala mengupayakan beberapa langkah: Pertama, melakukan
persiapan secara matang, baik persiapan jiwa agar kita memiliki kesiapan mental untuk menjalankan ibadah
Ramadhan hingga kita senang melaksanakannya, persiapan akal dengan memahami kembali ketentuan fiqih
Ramadhan dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, maupun persiapan jasmani dengan selalu menjaga
dan meningkatkan kesehatannya serta persiapan aktivitas pendukung suksesnya ibadah Ramadhan dengan berbagai
aktivitas da’wah yang bermanfaat seperti pesantren Ramadhan, ceramah dan dialog Ramadhan dengan tema-tema
yang disusun dengan baik, dll.
Kedua, melaksanakan persiapan yang sudah dicanangkan dengan matang pada saat pelaksanaan ibadah
Ramadhan sehingga Ramadhan bisa kita hidupkan dengan melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, baik
dari sisi fiqih maupun nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya dan aktivitas pendukungnya.
Ketiga, menindaklanjuti keberhasilan ibadah Ramadhan dengan sikap, prilaku yang lebih islami dan
mengembangkan aktivitas keislaman yang lebih baik sesudah Ramadhan berakhir sehingga ibadah Ramadhan
memberi bekas dan pengaruh yang positif, tidak hanya bagi individu tapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
Dalam konteks kehidupan masyarakat dan bangsa kita yang amat memprihatinkan bila ditinjau dari berbagai
aspek, maka Ramadhan tahun ini merupakan momentum yang amat baik untuk memulai langkah-langkah perbaikan
kearah yang diridai Allah Swt.
Akhirnya, kita sambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, sebab dengan gembira ibadah yang berat ini
akan menjadi terasa ringan, sedang tanpa kegembiraan, ibadah Ramadhan yang memang sebenarnya berat akan
terasa lebih berat lagi.
Semoga kita dapat memantapkan keislaman kita masing-masing melalui ibadah Ramadhan tahun ini.
Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »




